assalamu'alaikum....akh nafarinos dan lesanrego...saya pikir takan ada benar merah diantara antum berdua jika mainset yang antum berdua gunakan masih berbeda....berbeda dalam menentukan posisi hadis yang harus dijadikan hujjah.sungguh tidak dapat disanksikan bahwa banyak dahulu manusia-manusia pembuat hadis-hadis palsu, dan banyak juga yang perowi-pwrowi yang memiliki tujuan lain. oleh karena itu betul-betul ulama telah menyeleksi sedemikian rupa dengan keilmuannya untuk mengklasifikasikan hadis-hadis untuk menjaga kemurnian dan kebenaran sumber hukum Islam kedua ini..saran saya...marah takan menyelesaikan masalah,,,,tapi jika ada ulama yang dihina seperti kata-kata di atas sungguh suatu kewajiban kita untuk melawannya...ulamalah yang membuka hati dan pikiran kita sehingga mengenal din yang sempurna ini...saran saya lagi bertaubatlah...tak pantas kita yang hanya berstatus mustami' berkonflik dengan ulama yang telah berstatus mufti....ok akh....mohon ampun pada Allah...saya yakin ulama-ulama yang antum sebutkan adalah ulama yang jauh dari kebusukan hati dan kehausan dunia, karenanya mereka dekan dg Allah dan ilmunya telah banyak kita manfaatkan...layakah orang seperti kita mengeluarkan kata-kata keji kepada wali-wali Allah....sungguh suatu kesombongan besar